Minggu, 15 Desember 2019

problematika masyarakat akan pergaulan bebas dan solusi penyelesaian (metode komulatif dan S.O.R)

Bab 1
Pendahuluan

Latar belakang
    Masyarakat merupakan  kenyataan subjektif dan juga kenyataan objektif. Masyarakat terbentuk atas individu-individu dari kecil hingga dewasa. Menurut banyak orang bahwa anak muda merupakan punggung negara. Maksudnya, generasi penerus bangsa yang doharapkan dapat menggantikan generasi yang terdahulu. Pada anak mudalah masa depan bangsa ini ada. Namun,  perilaku seks bebas yang dilakukan beberpa daerah di Indonesia  masih tinggi.
    Masyarakat sekarang sedang mengalami keadaan Anomi yaitu suatu sistem sosial dimana tidak ada petunjuk atau pedoman tingkah laku. Aturan dan norma yang dibuat kini sudah tidak berlaku lagi. Memunculkan sebuah akibat  bahwa individu-individu bertindak menurut kepentingannya masing-masing tanpa melihat norma dan aturan yang ada. Keadaan ini memunculkan perilaku dalam kalangan remaja  suatu perilaku menyimpang yakni pergaulan bebas.

Rumusan Masalah
1.    Bagaimana pengertian seks bebas ?
2.    Bagaimana angka ketinggian seks bebas ?
3.    Bagaimana penyebab terjadinya seks bebas ?
4.    Bagaimana solusi untuk meneka angka seks bebas 


BabII
 Pembahasan

A.    Pengertian seks bebas

        Perilaku seksual pranikah merupakan kegiatan seksual yang melibatkan dua oramg yang saling suka dan dilakukan sebelum menikah (Indrijati, 2001). Secara global berarti seks bebas adalah suatu perbu  atan atas dasar nafsu terhadap lawan jenisnya yang dilakukan sebelum pernikahan. Pernikahan yang dimaksud adalah pernikahan yang sah secara hukum dan agama.

        Menurut Hasan Basri (2000: 10) suatu perbuatan yang dilakukan secara individu ataupun kelompok dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan bersama. Menurut Kartono (1997: 188) pengertian seks bebas ialah berhubungan lawan jenis secara bebas dengan banyak orang dan merupakan tindakan hubungan seksual yang tidak bermoral, dilakukan dengan terang-terangan tanpa adanya rasa malu. Karena didorong oleh nafsu seks.

        Dari semua definisi yang disebutkan di atas bahwasanya disimpulkan perbuatan seks bebas merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang didorong oleh nafsu, hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis, tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan yang dilakukan dan dapat merugikan banyak pihak.


B.     Ketinggian angka seks bebas diberbagai daerah

        Berdasarkan survei hasil penelitian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2012, 52% remaja medan sudah melakukan seks bebas yang berdampak pada terjangkitnya penyakit Infeksi menular (IMS). Perilaku seks setiap tahunnya mengalami peningkatan. Bahkan menambah jumlah korban yang terkena penyakit menular seks atau (PMS).

         Data rekapitulasi pada kasus seks bebas yang dilakukan oleh mahasiswa di Makasar mulai bulan januari 2011-2013. Diketahui bahwa dari segi kuantitas jumlah pelaku seks bebas berdasarkan jenis pekerjaan mahasiswalah yang menempati urutan pertama yaitu dengan jumlah 22 pelaku dengan presentase 30,5 % dari total 72 pelaku. Hal ini dapat dilihat dari mulai tahun 2011 sampai 2012 dan 2013. (Fiqie Zulfikar: 2014)

         Tumbuhnya perilaku seks di Kota Bandung ditentukan oleh 3 faktor penentunya yakni keluarga, media, dan lingkungan pergaulan. Perlunya perhatian guna terciptanya harmonisasi bagi setiap anggota masyarakatnya bahkan harmonisasi lembaga sosialnya. Terjadi suatu perubahan yang drastis pada perilaku seks bebas yang dilakukan. Diperkuat dari hasil penelitian sebelumnya (sumber: MCR PKBI Jawa Barat 2011).


C.    Penyebab terjadinya perilaku seks bebas

        Generasi muda biasanya menghadapi masalah sosial dan biologis. Apabila seseorang mencapai usia remaja, secara fisik dia telah matang, tetapi ntuk dapat dikatakan dewasa dalam arti sosial masih diperlukan faktor-faktor lainnya. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya ada 2 yakni intern dan ekstern.

    Faktor Intern:
   
    Disorganisasi keluarga
    1.    Unit keluarga yang tidak lengkap karena putusnya pernikahan sebab perceraian, perpisahan        meja dan tempat     tidur dan         seterusnya.
    2.    Adanya kekurangan dalam keluarga tersebut, yaitu dalam hal komunikasi antara anggota-anggotanya.
    3.    Keluatga tidak menjalankan fungsinya dengan baik.
    4.    Kurangnya kualitas agama.
    5.    Adanya rasa penasaran dalam diri sendiri. (Soerjono Soekamto: 2015)
       
        Faktor ekstern:
        
    1.    Dampak teknologi terhadap pelaku.
    2.    Tekanan yang datang dari teman bergaulnya
    3.    Tingkat pendidikan yang rendah.
    4.    Faktor ekonomi
    5.    Penggunaan teknologi yang tidak baik. (Fiqie Zulfikar,  2014: 60)


D.     Solusi pemecahan masalah perilaku seks bebas
        Pemecahan masalah yang dilakukan menggunakan teori S.O.R (stimulus, organism, dan respon). Memberikan stimulus kepada masyarakat akan bahayanya seks bebas atau pergaulan bebas yang akan berdampak buruk. Kemudian menunggu stimulus ang diterima oleh organism sehingga akan memunculkan respon. Contoh pada daerah Aceh dengan koefesien regresi 0,460. Penguji hipotesis menunjukkan bahwa variabel pemberitaan harian Serambi Indonesia tentang kasus seks bebasa dapat memberi pengaruh terhadap tingkat kecemasan orang tua dan memberikan hasil yang positif dan signifikan dengan nilai t hitung 6,348 dan t tabel 1,984. (nurhayati: 2013)




BAB III

PENUTUP


Kesimpulan

Tingginya angka seks bebas dibeberapa daerah di Indonesia membuat kekawatiran masyarakat.  Beberapa solusi telah ditawarkan seperti melalui teori S.O.R dimana masyarakat dari semua kalangan diberikan stimulus tentang bahayanya seks bebas atau pergaulan bebas. Hasilnya cukup berhasil walaupun belum sempurna. Angka ketinggian seks bebas atau pergaulan bebas setiap tahun meningkat. Kalangan remaja yang paling banyak menyita perhatian.



                                           Daftar Pustaka


Sanjaya, La Ode Aan. Dkk. 2018. Kontrol sosial masyarakat terhadap masyarakat seks bebas dikalangan pelajar. Neo societal: Vol. 3 No. 2

Soekanto, Soerjono. 2015. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Kasim, Fajri. 2014. Dampak perilaku seks berisiko terhadap kesehatan reproduksi dan upaya penanganannya. Jurnal studi pemuda Vol. 3, No. 1.

Syarifuddin, Didin. 2012. Perilaku seks pranikah sebagai perilaku sosial menyimpang. Bandung: SeminarNasional Inovasi dan Teknologi

Abdillah, Fuad A. Jurnal sosial dan politik makna hubugan seks bagi remaja yang belum menikah di Kota Surabaya. Surabaya.

Zulfikar, Fiqie. 2014. Skripsi: Tinjauan sosiologi hukum terhadap perilaku seks bebas bagi mahasiswa di Kota Makasar. Universitas Hasanuddin Makasar

Hamka, Muhammad. Dll. Perilaku seks bebas di kalangan remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar